Google baru saja menunjukkan sekilas masa depan yang didukung AI kepada industri game, dan pasar tidak menerimanya dengan baik. Raksasa pencarian ini melanjutkan upaya pengembangan AI-nya dan meluncurkan Project Genie. Ini adalah sistem AI generatif yang dapat membangun pengalaman interaktif kecil seperti game dari perintah teks sederhana. Dalam hitungan jam, investor bereaksi keras. Harga saham perusahaan game besar merosot, termasuk Unity, Take-Two Interactive, CD Projekt Red, Nintendo, dan Roblox.
Reaksi itu mungkin tampak berlebihan, terutama mengingat apa yang sebenarnya dilakukan Project Genie saat ini. Terlepas dari beberapa perbincangan awal yang menyebutnya sebagai AI yang "membuat game lengkap," sebenarnya bukan itu masalahnya. Project Genie menggunakan model Genie 3 dan Gemini milik Google untuk menghasilkan lingkungan interaktif singkat yang berlangsung sekitar 60 detik. Ia berjalan pada resolusi 720p dan 24 FPS, dan yang Anda dapatkan lebih mendekati konsep kasar yang dapat dimainkan daripada game lengkap dengan sistem, struktur, atau progres. Jelas, ini tentu dapat berkembang di tahun-tahun mendatang, dan itulah yang menimbulkan kekhawatiran di pasar. Bagaimanapun, gagasan tentang AI yang membuat game dapat mengubah seluruh lanskap ini.
Project Genie: Ancaman Baru Bagi Perusahaan Game
Pengembangan game modern biasanya bergantung pada mesin game yang sudah mapan seperti Unity dan Unreal Engine. Mesin-mesin ini menangani fitur inti seperti rendering, fisika, audio, dan input. Pengembang kemudian membangun dunia, mekanisme, dan konten mereka di atas fondasi tersebut. Studio besar seringkali melangkah lebih jauh dengan mesin game kustom internal, seperti pengembang GTA, Rockstar, yang menggunakan mesin RAGE miliknya sendiri. Ada juga Guerrilla dan Decima miliknya sendiri.
Project Genie menawarkan arah yang berbeda. Alih-alih bergantung pada alur kerja tradisional, AI menangani pembuatan lingkungan dan interaksi dasar secara mandiri. Pergeseran potensial inilah yang kemungkinan besar membuat investor khawatir, terutama perusahaan yang terkait erat dengan alat dan platform pengembangan.
Saham Unity mengalami penurunan terbesar, sekitar 20%, yang masuk akal mengingat betapa pentingnya Unity bagi produksi game indie dan game kelas menengah. Roblox juga merasakan tekanan, karena berada di persimpangan antara konten buatan pengguna dan pembuatan game ringan. Roblox bisa menjadi yang pertama terkena dampak teknologi ini di masa depan.

Apa yang sebenarnya dihasilkan oleh Project Genie?
Sekilas, demo-demonya tampak mengesankan, tetapi keterbatasannya segera terlihat. Jika Anda memintanya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan game platformer 3D klasik, game ini dapat menghasilkan ruang yang dapat Anda jelajahi dengan kamera bebas. Tetapi di situlah ilusi mulai runtuh. Tidak ada tujuan yang jelas, tidak ada alur permainan yang terstruktur, dan tidak ada sistem nyata yang menyatukan pengalaman bermain.
Seperti biasa pada AI semacam ini, konsistensi tetap menjadi masalah. AI terkadang lupa apa yang sebelumnya dihasilkannya, yang menyebabkan kesalahan visual dan struktural yang aneh. Anda mungkin melihat jalan tiba-tiba terputus oleh petak-petak rumput acak, seolah-olah model tersebut sejenak kehilangan jejak apa yang sedang dibangunnya sebelum mengoreksi dirinya sendiri. Ini adalah tanda jelas bahwa ini adalah teknologi tingkat prototipe, bukan pabrik game yang siap produksi.

Google memposisikan Project Genie sebagai alat eksperimental, yang terutama berguna untuk hal-hal seperti pra-visualisasi, pembuatan prototipe cepat, dan eksplorasi konsep awal. Untuk saat ini, alat ini belum dapat menggantikan peran pengembang game.
Poin kunci
- Output dibatasi hingga lingkungan berdurasi 60 detik, resolusi 720p, dan 24 FPS.
- Saat ini Project Genie menghasilkan prototipe yang masih kasar dan tidak konsisten, bukan game lengkap.
- Google menggambarkannya sebagai alat eksperimental untuk visualisasi awal dan pengembangan konsep.
- AI dapat mempercepat tahap pengembangan awal, tetapi tidak menyelesaikan masalah yang lebih mendalam seperti anggaran yang membengkak dan ruang lingkup yang terlalu luas.
Gambaran yang lebih besar untuk pengembangan game
Ada alasan mengapa ide ini muncul di saat yang begitu sensitif. Pengembangan game menjadi lebih lambat, lebih mahal, dan lebih kompleks. Judul-judul game beranggaran besar sekarang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibuat dan menghabiskan biaya yang sangat besar, namun terkadang masih diluncurkan dalam kondisi yang kurang baik atau gagal memenuhi harapan.
Alat seperti Project Genie benar-benar dapat membantu di tahap awal. Tim dapat menguji tata letak, lingkungan, dan konsep lebih cepat, jauh sebelum produksi penuh dimulai. Hal itu dapat mengurangi waktu yang terbuang dan membantu proyek menemukan arahnya lebih cepat. Tetapi AI tidak secara otomatis memperbaiki perencanaan yang buruk atau ruang lingkup yang membengkak. Studio telah berhasil menghabiskan biaya berlebihan dan mempersulit proyek selama beberapa dekade tanpa AI. Hampir tidak ada yang dapat mencegah hal yang sama terjadi dengan adanya AI.

Namun untuk saat ini, pasar jelas berfokus pada apa arti AI bagi biaya dan alur kerja di masa mendatang. Bahkan alat terbatas seperti Project Genie sudah cukup untuk memicu gelombang penjualan. Ini adalah tanda yang jelas bahwa investor percaya AI akan memainkan peran serius dalam masa depan pembuatan game. Dalam hal ini, Project Genie menjadi gambaran pertama dari masa depan.
Sumber dari Gizchina
Penolakan: Informasi yang tercantum di atas disediakan oleh gizchina.com secara independen dari Alibaba.com. Alibaba.com tidak memberikan pernyataan dan jaminan apa pun mengenai kualitas dan keandalan penjual dan produk. Alibaba.com secara tegas melepaskan tanggung jawab apa pun atas pelanggaran hak cipta konten.



